Tuesday, June 23, 2015

Kewirausahaan (Pertemuan 3&4 Setelah UTS)


               Dalam pertemuan ke-dua seperti yang sudah saya tuliskan dalam postingan blog saya sebelumnya, setiap kelompok akan kembali presentasi mengenai perkembangan produk yang sudah disurvei selama kurang lebih dua minggu. So, I’m gonna share my experience about the past couple weeks.
            Perlu saya akui, kelompok saya melakukan survey dan analisa dengan mendadak. Kira-kira H-5 hari kita baru panik untuk merancang dan memantapkan kembali produk-produk apa saja yang akan kita jual, kita pun sibuk membagi job-desc untuk tiap orang, sibuk membuat design, sibuk menganalisa pasar, sibuk melakukan survei di berbagai tempat, serta sibuk membuat presentasi. Jujur saja minggu tersebut adalah minggu yang sangat hectic untuk kelompok kami. Karena dengan ide yang kompleks dan sudah pasti pelaksanaan/perealisasian kelompok ini akan rumit, kami baru mengerjakan semua tugas tersebut dalam waktu lima hari. Padahal kami sudah diberi waktu selama dua minggu yang seharusnya kami manfaatkan dengan sebaik mungkin.
            Seperti yang sudah diketahui juga, produk yang kita jual adalah gelang Universitas yang dapat dibolak-balik. Jika dibalik akan menjadi gelang Fakultas. Setelah survei di lokasi pembuatan, kita memiliki beberapa kendala yang membuat kami juga menjadi exhausted. Yang pertama tempat tersebut tidak dapat memproduksi gelang dengan model dapat dibolak-balik karena tulisannya itu timbul. Yang kedua, untuk satu gelang tidak dapat dibuat dengan warna yang berbeda antara bagian luar dan dalam. Saya tahu bahwa kelompok kami memang sedikit idealis sehingga menjadi kurang realistis. Kami tetap stick dengan ide gelang ini dan sekalian mencari-cari tempat lain agar dapat merealisasikan ide kami. Target pasar kami adalah seluruh mahasiswa/i Universitas Pancasila. Harga yang kami tawarkan adalah Rp 10,000. Again, sounds crazy and unrealistic karena kita menginginkan modelnya yang tidak biasa. Lagi, kita memungkinkan sesuatu yang tidak mungkin. Di sinilah saya menyadari kelemahan kami.
            Kelompok O-NINE menawarkan sebuah produk baru lagi selain gelang yaitu Goodie Bag. Kami mendapat ide karena belum lama ini Fakultas Teknik Universitas Pancasila mengadakan bazaar. Dalam event tersebut ada sebuah booth yang menjual Goodie Bag dengan harga yang bisa dibilang sangat murah yaitu hanya Rp 5,000.00 saja. Meskipun motifnya polos dan standard, dengan harga yang murah seperti itu goodie bag tersebut lumayan laku karena kebanyakan mahasiswi membutuhkan goodie bag sebagai tambahan membawa barang yang pada umumnya tidak tertampung di tas pundak wanita. Itulah alasannya mengapa kita ingin menjual goodie bag. saya sendiri pun merupakan pengguna goodie bag. Target pasar kita adalah mahasiswi Universitas Pancasila yang pada umumnya lebih memilih membawa goodie bag ketimbang harus memakai tas ransel ke kampus. Keunggulan yang kita tawarkan adalah tampilannya yang edgy serta youthful. Kita akan menambahkan dekor berupa quotes yang unik serta memotivasi penggunanya untuk semangat menjalani hari. Dengan filosofi jika membawa goodie bag dari kami, sama saja dengan membawa semangat baru untuk menjalani hari. Selain itu kita juga memilih kualitas bahan yang awet dan tidak gampang robek yaitu bahan dari canvas. Untuk tempat produksi, kita berencana untuk memproduksi di tempat yang sama dengan kita memproduksi gelang yaitu di belakang rel UI. Harga yang kita perkirakan adalah di bawah Rp 10,000 namun belum fix. Tetapi kita sangat mengusahakan untuk tidak melebihi harga di atas.
            Pada saat presentasi, kami menuai banyak pertanyaan. Baik dari pak Seta maupun dari teman-teman. Sebenarnya saya merasa bahwa pertanyaan dari Pak Seta mengandung makna yang tersirat apakah kami yakin ingin melanjutkan bisnis yang sounds unlogical like this. Di situ pendirian saya pribadi merasa goyah. Sebagian diri saya merasa kalau diteruskan, pasti sangat menjadi beban. Namun sebagian besar dari keegoisan saya merasa bahwa market day masih 3 bulan, saya dan teman-teman saya sudah bekerja keras untuk membangun konsep ini masa saya mentahkan dengan mengganti bisnis lain. Ego saya pun menang kala itu. Lalu hal yang membuat saya lebih down adalah ketika Pak Seta menanyakan kira-kira audience berminat atau tidak membeli produk kami. And guess what, one of my friends said NO loudly like literally L-O-U-D-L-Y. And i swear i was cursed him inside my heart. I just didn’t want to show it and pretended i was calm as hell. I just tried to be professional anyway. Kekurangan saat presentasinya kita tidak memasukan analisis SWOT.
            I think that’s pretty much what happened on our second presentation. To see my presentation you can click on this link: http://my.visme.co/projects/kwh-ea964f#.VVy8b_JviJ0.email
            Sebagai tambahan untuk melengkapi presentasi yang masih kurang:
Analisa SWOT :
-       Strenght
·         Kekuatan yang kelompok kami miliki, ialah desian yang unik dan berbeda.
·         Harga yang terjangkau.
·         Kualitas yang terbaik.

-       Weaknees
·         Kelemahan dari kelompok kami ialah, kurangnya pengalaman untuk berwirausaha.
·         Sulitnya mencari produsen yang sesuai dengan kriteria.

-       Opportunity
·         Kami melihat peluang pada saat Market day dan PPMB.

-       Threats
·         Menurut kelompok kami, pada produk desain yang akan kami produksi tidak ada ancaman dari dalam pasar yang kami targetkan. Tetapi banyak ancaman dari luar pasar yang telah kami targetkan.
Analisa Pasar :
Kelompok kami telah melakukan analisa pasar, dengan melihat lingkungan sekitar pasar yang kami targetkan yaitu Universitas Pancasila, bahwa belum ada produk seperti produk kami, dan kami sangat yakin produk kami akan diminati.
Analisa Risiko :
Kelompok kami tentu saja sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan pahit dalam berwirausaha, mungkin strategi kami akan ditambah seperti Buy 1 get 1 dsb.

No comments:

Post a Comment