Monday, March 9, 2015

Kewirausahaan (Pertemuan Pertama)


        Sebenarnya apa sih arti dari kewirausahaan itu sendiri? Kewirausahaan adalah proses di mana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya yang terorganisir dan sarana untuk mencari peluang yang digunakan untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan serta kebutuhan melalui inovasi dan keunikan (Robbin dan Coulter). Seringkali orang mengasumsikan bahwa berwirausaha adalah sekedar menjual barang-barang yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Seperti misalnya berjualan pulsa atau menjadi reseller barang-barang dalam bentuk pakaian, makanan, alat kecantikan, dll. Kegiatan-kegiatan tersebut dinamakan selling dan proses selling merupakan bagian kecil dari kegiatan berwirausaha. 

        Untuk berwirausaha tentu ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Mungkin orang-orang berpikir bahwa untuk berwirausaha, komponen yang paling utama adalah modal. Modal memang penting dalam memulai suatu usaha. Namun justru komponen yang paling utama adalah niat serta tekad dalam diri sendiri. Kesiapan mental ini lah yang sangat penting untuk memulai suatu wirausaha. Bila modal sudah tersedia namun tekad tidak ada, maka suatu wirausaha tidak akan tercipta. Komponen lainnya yang perlu diperhatikan dalam berwirausaha adalah ulasan deskripsi bisnis, strategi pemasaran, analisa pesaing, rencana desain dan pengembangan, rencana operasional dan manajemen, dan yang terakhir adalah membuat kerangka business plan.

        Saya yakin semua orang pada dasarnya dapat menjadi seorang wirausahawan. Karena saya yakin setiap orang pasti memiliki kegemaran akan sesuatu dan pasti pernah terlintas di benaknya untuk menciptakan suatu barang yang dapat menunjang serta memudahkan kegemarannya tersebut. Namun, ada sebagian orang yang berani mewujudkannya dan ada sebagian orang pula yang belum berani untuk mewujudkan. Kreatifitas serta inovasi harus dimiliki seorang wirausahawan. Kreatifitas dan inovasi tidak hanya diperlukan di awal kegiatan berwirausaha saja melainkan dibutuhkan di sepanjang kegiatan. Wirausahawan harus mampu menangkap peluang-peluang di pasaran dan memanfaatkan peluang tersebut untuk menuangkan kreatifitasnya yang selanjutnya menghasilkan sebuah barang. Keberanian juga menjadi point penting bagi seseorang untuk berwirausaha. Karena ada sebagian orang yang tidak berani berwirausaha karena takut akan rugi. Memang, bila dipikir menjadi seorang pegawai resikonya lebih kecil. Setiap bulan pasti rutin mendapat gaji. Sedangkan menjadi seorang wirausahawan setiap bulan harus memikirkan untuk menggaji pegawainya, harus memikirkan berapa banyak keuntungan yang ia dapatkan, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan sebagai modal usaha di bulan selanjutnya. Pikiran-pikiran ini lah yang terkadang menjadi alasan seseorang memutuskan untuk tidak menjadi  seorang wirausahawan.

        Sekedar sharing aja, saya pun pernah berpikiran untuk menjadi seorang wirausahawan. Bila ada orang yang bertanya mengapa saya memilih untuk masuk ke fakultas ekonomi, saya pasti menjawab bahwa saya mempunyai impian untuk dapat mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang properti karena saya tertarik dengan arsitektur dan desain interior tetapi saya tidak ahli dalam mendesain jadi saya memilih untuk menjadi yang menggaji para arsitek tersebut. Tidak hanya itu, saya juga pernah mengutarakan ke Ibu saya kalau saya ingin seperti Makeup Guru di Youtube yang memulai karirnya dengan membuat video makeup tutorial di youtube lalu setelah mereka memiliki banyak subscribers, mereka melaunching brand mereka sendiri serta menjual produk-produk kecantikan bahkan ke seluruh dunia. Kebetulan saya memiliki passion yang sama dengan mereka. Saya berpikir, saya menyukai produk-produk kecantikan, mengapa saya tidak membuat produk-produk sendiri dengan kualitas yang saya inginkan? Lalu kenapa malah memilih jurusan akuntansi? Mengapa tidak mengambil jurusan bisnis sekalian? Menurut saya, tidak ada hal yang percuma atau sia-sia. Menjadi wirausahawan memang cenderung lebih banyak membutuhkan praktek bukan teori. Namun teori nyatanya juga penting. Misalkan suatu saat saya menjadi seorang wirausahawan, saya akan tau bagaimana cara mengelola keuangan, bagaimana cara mencatat transaksi, dll. Memang saya bisa memperkejakan akuntan, namun tidak ada salahnya bila saya sendiri juga paham cara mengelola keuangan perusahaan. Tetapi terkadang saya merasa saya tidak memiliki ‘otak dagang’ dan ketakutan terbesar saya adalah jika saya mengalami kerugian. Apa saya bisa bangkit lagi bila mengalami kerugian nantinya? Apa perusahaan saya nantinya bisa terus tetap eksis di pasaran? Keraguan-keraguan macam itu seringkali muncul. Saya salut dengan perusahaan-perusahaan besar yang terus mendapat kepercayaan dari masyarakat dari waktu ke waktu. Founder perusahaan-perusahaan tersebut pastilah orang-orang hebat.

        Wirausahawan sangat dibutuhkan di zaman globalisasi seperti ini. Sekarang bukan zamannya mencari pekerjaan, namun sudah saatnya kita generasi muda yang menciptkan sebuah usaha dan peluang pekerjaan bagi orang lain. Dunia kewirausahaan sangat membutuhkan anak-anak muda karena anak-anak muda cenderung memiliki kreatifitas yang tidak terbatas serta masih memiliki hasrat yang besar untuk bekerja keras. Ada beberapa tips untuk memulai berwirausaha:
  • Kenali passion dalam diri sendiri. Seperti minat kita dalam bidang apa. Karena menjalankan usaha yang sesuai dengan minat kita tentu akan terasa lebih menyenangkan. 
  • Ciptakan motivasi kepada diri sendiri untuk memulai suatu usaha. Bila sudah termotivasi maka akan timbul niat. Jangan lupa mulai menabung untuk mengumpulkan modal. 
  • Buatlah business plan, buatlah dengan matang serta perhatikan pertimbangan-pertimbangannya.
  • Setelah rencana matang, kita bisa mencari partner untuk bekerja sama atau kita bisa memulai usaha kita sendiri 
  • Mulailah berproduksi dan menjualkan produk kita. Bila belum terlalu yakin, kita bisa membuat sample terlebih dahulu dan menwarkan ke orang-orang. Dari situ kita bisa melihat reaksi orang terhadap produk kita. Kita evaluasi kembali apa kelebihan dan kekurangan yang ada. Selanjutnya kita bisa memahami kebutuhan pasar. 
  • Selamat berproses!

No comments:

Post a Comment